Dalam kebisingan kota
Yang porak - poranda
Tak lagi terkendali
Walau tetesan air mata
Dikebisingan kota
Yang usang ini
Ku nanti sang peri
Menulis pada sebuah kertas
Dalam kebahagiaan
Disecarik kertas
Ku panggil namanya
Wahai peri kertasku
Kembalilah kesisiku
Temani hari-hari
Indah bersamamu
Rabu, 17 Oktober 2007
Peri Kertas
Posted by Ridwan_Os at 17.13
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comments:
Posting Komentar